• Pidato Lengkap Arhawi, Mengingatkan Perjalanan Wakatobi Capai 17 Tahun

image_title
Ket: Bupati bersama pihak BPJS bertanda tangan di dokumen MOU. Pihak BPJS diwakili kepala cabang BPJS kesehatan cabang baubau ibu Natalia Panggelo, Skm,.MM,.AAK
  • Share

    BUMISULTRA

    WAKATOBI - Perjalanan Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara(Sultra) mencapai usia 17 tahun disebutkan H.Arhawi saat memberikan pidato dalam penyelenggaraan hari jadi Kabupaten itu digelar secara sederhana dipelataran kantornya pada Jumat (18/12/2020).

    Bupati H.Arhawi yang belum lama menyematkan Magister Manajemen jebolan Universitas Haluoleo itu mengisahkannya dengan lebih dulu menyebut pentingnya menghormati para tokoh inisiator dan pemekaran Kabupaten yang terkenal dengan keunggulan bawah laut ini

    Kata dia, Kabupaten Wakatobi berdiri sebagai daerah otonom berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 tahun 2003, tanggal 18 Desember. Pastinya melalui proses panjang dan ikhtiar yang luar biasa dari seluruh masyarakat di empat pulau besar, Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko.

    "Khusus para penggagas dan inisiator yang tak dapat saya sebutkan satu persatu.Saya yakin dan percaya bahwa dedikasi dan ikhtiar Bapak dan Ibu sekalian memperjuangkan berdiri Kabupaten Wakatobi akan selalu menjadi catatan sejarah perjalanan daerah ini dari masa ke masa", kenangnya.

    Bupati Arhawi dan Wakil Bupati, Ilmiati 

    Momentum HUT ke-17 tahun ini harus menjadi pijakan dan refleksi perjalanan Kabupaten Wakatobi dimana Wakatobi telah dilalui dengan kepemimpinan silih berganti dari pelaksana hingga Bupati defenitif

    "Hari ini kita memasuki fase ketiga dari rencana pembangunan jangka panjang daerah(RPJPD). Menengok awal perjalanan mengawali fase awal dipimpin Bupati defenitif, kepemimpinan Ir.Hugua- Ediarto Rusmin kurun waktu 2006 - 2011, telah meletakkan dasar pembangunan Kebupaten Wakatobi dengan memperkenalkan Wakatobi keseluruh penjuru dunia sehingga dikenal diseantero dunia bahwa ada pulau unik dibelahan bumi yang memiliki keanekaragaman hayati yang cukup tinggi", terangnya.

    Sekda, Drs.H.La Jumadin

    Lanjutnya, fase kedua kepemimpinan Ir.Hugua - H.Arhawi (2011 - 2016). Wakatobi semakin menunjukkan eksistensinya sebagai Kabupaten yang menjadi cagar biosfer bumi melalui legitimasi Lembaga dunia, Unesco tahun 2012 sebagai bentuk pengakuan lembaga dunia terhadap kekayaan biodiversity dan keunikan kawasan yang tidak dimiliki daerah lain

    Pada fase ini juga Kabupaten Wakatobi ditetapkan oleh Presiden RI, Joko Widodo sebagai 10 destinasi prioritas nasional atau dikenal dengan program 10 Bali baru

    Fase ketiga kepemimpinan H.Arhawi -Ilmiati Daud, Pemerintah Kabupaten Wakatobi terus berbenah untuk memahami dan menterjemahkan makna perubahan, kita sedang dan terus berubah.

    "Kami manyadari sepenuhnya bahwa pembangunan harus berorientasi pada hulu ke hilir, artinya pembangunan harus berintegrasi dari semua aspek yang menjadi leading sektor ; pariwisata, perikanan, kelautan, dan perdagangan antar pulau agar kita bisa memilah arah pembangunan dan cita-cita luhur mensejahterakan masyarakat Wakatobi", tambahnya.

    Kendati, pembangunan infrastruktur dasar menjadi solusi terpenting dalam rangka penguatkan posisi Wakatobi sebagai daerah otonom yang mendapat predikat cagar biosfer bumi dan 10 destinasi pariwisata "Pada fase ketiga pemerintah kami hari ini, terlepas dari dinamika eksternal dan opini publik di Media Sosial, kami terus melakukan kerja-kerja konkrit, beberapa indikator makro pembangunan Kabupaten Wakatobi dari tahun ketahun menunjukkan performa kinerja yang membaik, pertumbuhan ekonomi tahun 2019 sebesar 6,60%, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar 6,50 %, angka kemiskinan berhasil diturunkan dari angka 14,84% tahun sebelumnya menjadi 14,75% kurun waktu 2019", sambungnya.

    Ketua PPK,Hj.Safaria Arhawi menerima penghargaan manggala karya kencana oleh kepala kantor perwakilan BKKBN Prov. Sultra, Drs. Asmar, M.Si

    Indikator bidang pendidikan yakni angka rata-rata lama sekolah tahun 2019 meningkat sebesar 7,73 tahun dimana pada tahun sebelumnya hanya berkisar 7,27 tahun bidang kesehatan, angka harapan hidup pada tahun 2019 sebesar 70,13 tahun meningkay dari tahun sebelumnya sebesar 68,17 tahun

    Pencapaian kinerja pembangunan dan sosial tersebut , telah mendorong peningkatan ideks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Wakatobi dimana pada tahun 2019 IPM 68,99 Poin meningkat 0,47 Poin dari tahun sebelumnya dan Wakatobi menempati urutan ke-6 dari 17 Kabupaten dan Kota Se-Sultra.

    Disamping itu, Pemerintah Kabupaten Wakatobi terus mengupayakan berbagai hal dalam percepatan dan pengkadomodasian pembangunan yang dilakukan oleh Pemda Kabupaten Wakatobi.

    "Pada tahun ini kita telah mendapatkan dukungan dari Pemerintah Pusat dengan terbitnya keputusan Mentri Lingkungan Hidup RI nomor SK. 425/MENLHK/SETJEN/LA.2/11/2020 tentang perubahan kawasan taman nasional Wakatobi dan perairan laut sekitarnya, di Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara seluas 1.320.987 HA", paparnya.

    Bupati H.Arhawi,SE.MM dan ketua DPRD, H.Hamirudin,SE.MM bersama istri masing-masing

    Masih sesuai penjelasannya bahwa perjalanan 17 tahun ber Wakatobi semakin memantaskan diri kita bahwa mampu menjadi Kabupaten Wakatobi menuju biodiversity bumi tahun 2026.

    Ia menyebut kepemimpinan kedepan harus mampu mengakselerasi tujuan pembangunan sebagaimana yang tertuang dalam RPJPD, yang telah disiapkan pembangunan Wakatobi 20 tahun menuju fase ke-empat.

    "Hilangkan ego sektoral yang berimplikasi pada terhambatnya pembangunan yang sudah direncanakan,terus dan lanjutkan pembangunan yang sudah digalakka sebagai manifesto dari perencanaan pembangunan yang berkesinambungan agar tidak terjadi distorsi kepemimpinan dalam upaya mempercepat pembangunan daerah. Semoga Wakatobi menjadi harapan bersama menuju masyarakat sejahtera dan mandiri", tutupnya.

    Dalam HUT itu selain Pemda melanjutkan kerjasama dengan pihak BPJS juga tak disangka-sangka ketua PPK Kabupaten Wakatobi,Hj.Safaria Arhawi turut diberikan penghargaan. (Adv)


    Penulis | La Ilu Mane


Berita Terpopuler