• 4 Tahun Memimpin Wakatobi, Arhawi Mampu Realisasi Program Unggulannya

image_title
Ket: Bupati H Arhawi,SE.,MM bersama Gubernur Sultra, Ali Mazi SH
  • Share

    BUMISULTRA

    WAKATOBI - Bupati Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara, H.Arhawi kurun waktu 4 tahun memimpin mampu merealisasikan program unggulannya. Hal diungkap Sekda Pemda Wakatobi, Drs.H.La Jumadin diruang kerjanya, Selasa (22/9/2020)

    Tagline 'Wakatobi Bersinar' adalah induk dari 4 program unggulannya yakni Pendidikan Bersinar, UMKM Bersinar, Kesehatan Bersinar serta Wakatobi Religius sekaligus menjadi janji kampanye kurun waktu 5 tahun lalu sebelum dirinya dilantik per 28 Juni 2016.

    Empat program tersebut melekat disejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) setempat dimana tiap tahun menjadi fokus perhatian agar bisa dikelola dengan baik. Alhasil mulai efektif direalisasi kurun waktu 3 tahun tepatnya tahun kedua kepemimpinannya.

    H.Arhawi bahkan menyebut program yang dicetuskan tak bisa dibandingkan dengan masa pemerintahan duetnya bersama Ir.Hugua sebab ia efektif bekerja menyelesaikan tugas-tugas pemerintahan baru berkisar 3 tahun lamanya.

    Kendati seluruh program hampir rampung tanpa kendala apapun terutama kaitannya aturan main sebagai payung hukum seluruh program unggulannya. Bahkan lewat program tersebut dirinya mendapat sejumlah pengakuan dan penghargaan dari berbagai lembaga non pemerintah dan lembaga pemerintah

    Pendidikan Bersinar

    Arhawi saat peringati hari pendidikan nasional pertama kali di pulau Binongko, 2 Mei 2018

    Program ini melekat di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, diatur sesuai Perbub No.10 tahun 2017 tentang tata cara pemberian bantuan biaya pendidikan dan beasiswa pemerintah kabupaten Wakatobi. Baik bantuan siswa miskin (BSM) khusus pelajar SD hingga SMP maupun beasiswa prestasi mahasiswa strata (S1) umum maupun kedokteran serta MoU Universitas Tendri Abeng Jakarta dan pasca sarjana(S2) telah dijabarkan satu demi satu

    Dari data jumlah 153 sekolah baik SD maupun SMP tersebar di empat pulau Kabupaten Wakatobi telah diberikan BSM diluar tanggungan Kartu Indonesia Pintar (KIP)program PIP pemerintah pusat, terhitung sebanyak 6.445 siswa telah diberikan BSM selama kurun waktu 3 tahun

    Biaya diberikan pun beragam tiap tahun yakni tahun 2017 dan 2018 siswa SD menerima sebesar Rp.225 ribu tiap semester, sedangkan tingkat SMP 375 Ribu tiap semester. Naik pada tahun ketiga, menjadi 450 ribu rupiah untuk SD dan 750 ribu rupiah untuk siswa SMP.

    ”Dari total dana dialokasikan 2,5 Milyar pertahun telah inklut BSM dan beasiswa prestasi. S1 batas maksimalnya 5 juta perorang disusul S2 maksimalnya 15 juta. Untuk mahasiswa kedokteran merupakan jurusan yang dibutuhkan oleh daerah sehingga anggarannya agak diprioritaskan", ungkap Kadis Dikbud La Ali Wangi.

    Beasiswa prestasi, sesuai Perbub disyaratkan bagi mahasiswa pemohon mencapai indeks prestasi kumulatif (IPK), ilmu eksakta 3,00 dan non eksakta 3,25. Akumulasi pertahun terus meningkat sejak program itu mulai dibuka ditahun yang sama dengan beasiswa miskin(BSM).

    Data Dikbud Wakatobi menyebut jumlah penerima mencapai angka 931 mahasiswa selama 3 tahun. Mahasiwa kedokteran telah ada 42 orang. "Data usulan terbanyak tahun ini sebanyak 568 orang. terverifikasi ada 11 dokter menyusul mahasiswa S1 umum, S2 dan kerjasama Pemda Tenri Abeng", tutupnya.

    Bupati Wakatobi,H.Arhawi lewat program Pendidikan Bersinar bahkan menyabet penghargaan Anugerah Pendidikan Indonesia(API) dari Ikatan Guru Indonesia

    Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Umum IGI, Muhammad Ramli Rahim di Planerry Hall Jakarta Convention Center (JCC) pada 2019 lalu itu bukan tanpa alasan, prestasi dan dedikasinya terhadap peningkatan pendidikan dan telah menjadikan pendidikan sebagai salah satu program prioritasnya.

    UMKM Bersinar

    Arhawi terima penghargaan Dilan Award oleh OJK atas capaiannya lewat program UMKM Bersinar

    Program ini diolah secara profesional oleh dua bank penyalur yakni BNI dan Bank Sultra setelah Pemda meneken MoU dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp 3.245.310.000 atau 3,245 Milyar meski baru tersalur sebanyak 167 pelaku usaha mikro dan kecil

    Sesuai jenis usaha penerima manfaat modal usaha dengan bunga nol persen tersebut lewat pihak perbankan akan diverifikasi sehingga besaran modah usaha di berikan tidak merata. Mulai kisaran Rp.5 juta - Rp 25 juta perorang di salurkan pihak Bank setelah semua tahapan verifikasi selesai.

    Ramadhan Yanti menyebut usai MoU Pemda dan Bank Sultra disetujui, April 2019 lalu. Pihaknya menerima banyak berkas dari Desa dan Kelurahan setempat namun setelah ditinjau dan dilakukan survei lapangan terkait usaha serta list pinjaman bank lain maka sebagian pemohon tak bisa dipenuhi.

    "Bedanya KUR dan UMKM Bersinar. Kalau program KUR itu bunga 6 persen dan UMKM Bersinar nol persen karena bunga sepenuhnya ditanggung Pemda.Prosedur permintaannya subsidi bunga kami menyampaikan ke Dinas Koperasi setiap 3 bulan sekali dan Dinas PPKAD membayarnya sesuai nasabah UMKM Bersinar",sebutnya

    Dampaknya juga meningkatkan jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Wakatobi. Sesuai data Dinas Koperasi dan Naker di ketahui penambahan pelaku UMKM naik tiap tahunnya.

    Data 2018 pelaku usaha berjumlah 5.882 meningkat 20 persen kurun waktu 2019 sebanyak 7.353 dan per September tahun ini naik mencapai 10 persen dengan jumlah pelaku UMKM sebanyak 8.171 orang.

    Atas usahanya. Bupati, H.Arhawi mampu meraih penghargaan Duta Inklusi dan literasi keuangan nusantara (Dilan Award) tahun 2019 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara.

    Kesehatan Bersinar

    Bupati,H.Arhawi,SE.,MM saat peresmian salah satu puskesmas terakreditasi

    Bupati H.Arhawi tak kehabisan akal atas kelayakan tempat-tempat pelayanan kesehatan masyarakat. Mulai dari RSUD dan Puskesmas dibawah naungan Dinas Kesehatan acapkali menjadi sorotan publik dengan kondisinya yang serba terbatas baik SDM, alat-alat medis terlebih sarana prasarana pusat-pusat kesehatan itu

    RSUD yang masih berstatus tipe D menjadi kendala utama sehingga siapapun Direktur Utamanya tak bisa berbuat banyak demikian sejumlah puskesmas yang tak punya akreditasi menjadi pekerjaan berat untuk terus dibenahi.

    Alhasil kurun waktu 3 tahun lamanya dilakukan pembenahan lewat dua OPD tersebut capaian demi capaian berhasil diraih dibidang kesehatan. Sejarah pertama, RSUD naik kelas dari tipe D menjadi tipe C setelah sekian tahun berdiri dan efeknya Kementrian Kesehatan RI membuka ruang selebar-lebarnya untuk kabupaten Wakatobi

    Dengan terakreditasi RSUD Wakatobi di tahun 2019, lulus Dasar (Bintang 2) dari Komite Akreditasi Rumas Sakit.Bahkan ikut mempengaruhi akreditasu 12 puskesmas dari 20 puskesmas yang ada di Wakatobi", ungkap Sekda Drs.H.La Jumadin.

    Selain itu sejumlah fasilitas dibangun juga tambahan usulan jenis dan jumlah layanan spesialis guna mendorong tambahan besaran tarif oleh BPJS kesehatan berhasil dicapai.

    Meski begitu bukan tanpa kendala, terutama dokter spesialis belum sepenuhnya diberikan sehingga penanganan pasien yang tidak sesuai keahlian dokter akan dirujuk sebab klaim BPJSnya tidak akan dipenuhi jika tetap dilayani dokter umum.

    Bupati H.Arhawi terus mendorong SDM didaerahnya. Terbukti atas usahanya mendorong beasiswa bagi mahasiswa kedokteran dimana tercatat 42 dokter reaiden berbagai perguruan tinggi menerima beasiswa itu disusul tambahan per September 2020 telah ada 11 orang berhasil di verifikasi data usulan mereka kendati keaeluruhan pemohon beasiswa kedokteran itu rata-rata adalah dokter umum.

    Wakatobi Religius

    Bupati,H.Arhawi,SE., MM berpose bersama senjumlah peserta umroh gratis

    Program ini menelan anggaran sebesar Rp.25,2 Milyar, meliputi biaya umroh gratis yang didanai Rp 1,9 Milyar pertahun untuk 50 peserta umroh gratis berprestasi dibidang keagamaan.

    Tercatat sejak program ini dimulai 2017 hingga September tahun ini telah ada 150 orang berhasil diberangkatkan dan 50 diantaranya tertunda atas mewabahnya pandemi Covid-19.

    Meski begitu, ada banyak realisasi program Wakatobi Religius luput pantauan masyarakat. Diantaranya honor pengurus mesjid setiap desa dan kelurahan, Imam memperoleh kisaran Rp.400.000 perbulan, pembantu imam sebesar Rp.350.000 sementara khatib, pembantu khatib serta modim dan mokim masing-masing memperoleh Rp.300.000 perbulan dengan jumlah 154 mesjid se-Kabupaten Wakatobi.

    Disusul dana hibah pembangunan mesjid. Bupati, H.Arhawi tak hanya menitip anggaran besar buat umroh gratis. Lewat program unggulannya Wakatobi religius juga memberikan hibah pembangunan mesjid dimulai sejak tahun 2017 lalu.

    Kasubag Agama Kesra, Wa Ode Dangsahara menyebut APBD untuk hibah pembangunan tempat ibadah tersalurkan sebanyak Rp 4.650.000.000 atau Rp. 4,6 Milyar.

    Diantaranya, dua mesjid mendapatkan bantuan dana hibah tersebut adalah mesjid Nurul Hidayah Desa Kapota Kecamatan Wangi-Wangi Selatan serta mesjid Nurul Yaqin Kelurahan Taipabu Kecamatan Binongko.

    Demikian lewat penyelenggaraan MTQ tingkat Kabupaten dan Propinsi.Sepanjang tahun penyelenggaran event keagamaan ini terus berlangsung. Kurun waktu 2017 Pemda mengucurkan dana sebesar Rp.1.030.000.000 atau senilai Rp.1,03 Milyar. Dana tersebut inklut penyelenggaran MTQ Kabupaten yang melibatkan peserta utusan setiap kecamatan hingga mengutus perwakilan ketingkat propinsi.

    Pemda terus menggelontorkan dana tiap tahunnya hingga mencapai Rp.3.833.350.000 atau terbilang Rp.3,8 Milyar kurun waktu 3 tahun berlangsung dengan tujuan mendorong minat putra-putri daerah dalam bidang keagamaan.

    Kendati Wakatobi masuk salah satu top ten destinasi atau 10 top daerah tujuan wisata yang dikenal wisatawan sebagai 10 Bali baru ditetatpkan tahun 2016 silam bukan berarti urusan keagamaan diabaikan dan terbukti atas realisasi anggaran sebasar Rp.25,2 Milyar adalah bukti kehadiran Pemda dalam urusan keagamaan.

    Bupati, H.Arhawi menyebut realasi anggaran sebesar itu guna menompang sumberdaya manusia (SDM) dibidang keagamaan sehingga lahirnya Wakatobi sebagai 10 Bali baru, masyarakat bisa punya filter terhadap hadirnya wisatawan manca negara dan domestik di daerahnya. (Adv)


    Penulis | La Ilu Mane