• Program Wakatobi Religius Telan Anggaran 25,2 M, Arhawi Tuai Pujian Peserta Umroh Gratis

image_title
Ket: Bupati,H.Arhawi dipeluk peserta Umroh Gratis
  • Share

    BUMISULTRA

    WAKATOBI - Program 'Wakatobi Religius' yang dicanangkan Bupati Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara,H.Arhawi menelan anggaran 25,2 Milyar berjalan kurun waktu 3 tahun lamanya. Hal ini diungkap Kabag Kesra, Usman saat ditemui di hotel Wakatobi mendampingi peserta MTQ tahun ini. Minggu (20/9/2020).

    Wakatobi Religius adalah bagian dari program induk tagline Wakatobi Bersinar. Program ini menjadi satu diantara program yang berhasil direalisasi Bupati H.Arhawi setelah sejumlah program lain seperti UKM Bersinar, Pendidikan Bersinar dan Kesehatan Bersinar.

    Bijesri, Asal Desa Mola Selatan kecamatan Wangsel, salah satu peserta umroh gratis

    Lewat program ini, masyarakat lebih mengenal umroh gratis dimana telah memperjalankan 50 orang pertahun menginjakkan kaki di Baitullah untuk melangsungkan ibadah Umroh bagi mereka yang terpilih karena prestasi dibidang keagamaan.

    Meski begitu, ada banyak realisasi program Wakatobi Religius luput pantauan masyarakat. Diantaranya honor pengurus Masjid setiap desa dan kelurahan, dana hibah pembangunan mesjid serta penyelenggaraan MTQ tingkat Kabupaten dan Propinsi.

    Bersama tokoh Agama di pulau Wangi-Wangi

    Kendati Wakatobi masuk salah satu top ten destinasi atau 10 top daerah tujuan wisata yang dikenal wisatawan sebagai 10 Bali baru ditetatpkan tahun 2016 silam bukan berarti urusan keagamaan diabaikan dan terbukti atas realisasi anggaran sebasar Rp.25,2 Milyar adalah bukti kehadiran Pemda dalam urusan keagamaan.

    Bupati, H.Arhawi menyebut realasi anggaran sebesar itu guna menompang sumberdaya manusia (SDM) dibidang keagamaan sehingga lahirnya Wakatobi sebagai 10 Bali baru, masyarakat bisa punya filter terhadap hadirnya wisatawan manca negara dan domestik di daerahnya.

    Umroh Gratis

    Janji Bupati H.Arhawi untuk mengumrohkan masyarakatnya khusus bagi mereka yang berpreatasi dibidang keagamaan itu direalisasikan.Diantaranya; Imam terbaik, Khatib, guru ngaji, majelis taklim terbaik dan jabatan lain dengan porsi calon peserta umroh dipilih berdasarkan jumlah terbanyak pada 8 kecamatan yang ada.

    Catatan Kesra, sejak tahun 2017 lalu telah ada 150 peserta umroh selesai melaksanakan ibadah , yakni Wangi-Wangi sebanyak 11 orang menyusul Wangsel 10 orang, kecamatan Kaledupa, Kaledupa Selatan , Tomia, Tomia Timur serta kecamatan Binongko masing-masing perwakilan 5 orang dan Togo Binongko 4 orang.

    Setahun setelahnya kouta umroh bertambah untuk Wangi-Wangi dan Wangsel sebanyak 13 orang tiap kecamatan. Sementara kecamatan Kaledupa mendapat jatah 5 orang dan kecamatan Kaledupa Selatan, Tomia Tomia Timur, Binongko mendapat kouta masing-masing 4 orang. Terakahir Togo Binongko terpilih 3 orang.

    Tahun 2019, jumlah peserta terpilih perkecamatan masih sama kouta tahun 2018 yakni Wangi-Wangi dan Wangsel masing-masing 13 perwakilan sementara Kaledupa mendapat 5 peserta dibanding Kaledupa Selatan,Tomia, Tomia Timur dan kecamatan Binongko yang masing-masing 4 orang terpilih serta Togo Binongko tetap 3 kouta.

     

    Terpisah tahun ini, meski diberikan perkecamatan sama dengan kouta tahun 2019 dan 2020 akantetapi mereka gagal diberangkatkan akibat mewabahnya Covid-19 diseantero negeri. Pihak Arab Saudi menutup pintu kepada jema'ah termasuk jema'ah umroh untuk Indonesia

    Namun pihak Pemda lewat Kabag Kesra, Usman menyebut peserta umroh gratis itu tetap akan diberangkatkan seiring dibukanya pintu masuk Arab bagi peserta umroh Indonesia jika terlambat 2020 maka kouta ditambah tahun 2021 menjadi 100 orang sekali berangkat.

    Besaran dana pertahun digenapkan mencapai Rp 1,9 Milyar bagi peserta umroh bila dikalkulasi 3 tahun berjalan mencapai Rp.5,7 Milyar dan dana tersebut bertambah tahun 2020 menjadi 7,6 Milyar.

    Hal itu telah sesuai besaran peruntukan berdasarkan aturan Perbub nomor 11 tahun 2017 setelah dirubah dari Perbub nomor 18 tahun 2016 tentang umroh gratis.

    Penentuan peserta diutus per kecamatan melibatkan tim penilai dari unsur akademisi, Kementrian Agama setempat serta pelibatan tokoh masyarakat. Sementara Pemda hanya terlibat fasilitasi dan setelah melalui beberapa tahapan penilaian maka peserta didata oleh pihak kesra untuk ditindak lanjuti lewat pembiayaan meliputi biaya perjalanan, uang saku, uang konsumsi, hotel dan biaya embarkasi setiap bandara transit hingga peserta dinyatakan aman sampai tujuan kembali di Kabupaten Wakatobi tanpa sepersenpun pungutan.

    Salah satu peserta asal Desa Mola Selatan, Bijesri terpilih menjadi peserta umroh gratis tahun 2018. Ia bersama Hartono asal Desa Mola Utara diutus karena posisi keduanya sebagai pengurus mesjid (khatib,-red) di Desanya.

    Bijesri, menyebut seleksi ditingkat kecamatan tanpa campur tangan Pemerintah Kabupaten. Bahkan ia kaget ketika namanya disebut menjadi peserta umroh gratis bersama wakil-wakil Desa lain di Kecamatan Wangi-Wangi Selatan.

    Rasa harunya hingga mengucap rasa terimakasihnya kepada Pemda terkhusus Bupati, H.Arhawi agar senantiasa diberi keleluasan sehingga mampu memprogramkan Wakatobi Religius, dengan umroh gratis didaerah.

    Ia memuji H.Arhawi bukan karena dirinya di umrohkan namun keberhasilan Pemda mendorong umroh gratis bahkan tak ada satupun daerah lain di Sulawesi Tenggara menyelenggarakan program tersebut hingga warga Desa khususnya perangkat mesjid mendapat perjalanan ibadah ditanah suci secara cuma-cuma.

    Terpisah dari dana APBD rupanya H.Arhawi secara terpisah memberikan bantuan pribadi. Meski catatan nama-nama peserta enggan dipublish akantetapi jumlah tercatat sebanyak 5 orang pertahun demikian bagi peserta umroh mandiri berjumlah 30 orang kurun waktu 3 tahun berlangsung sebagian besar dibantu biaya transportasi sebab bersama-sama dengan klauter peserta umroh gratis.


    Hibah Pembangunan Mesjid

    Bupati, H.Arhawi tak hanya menitip anggaran besar buat umroh gratis. Lewat program unggulannya Wakatobi religius juga memberikan hibah pembangunan mesjid dimulai sejak tahun 2017 lalu.

    Peletakkan batu pertama salah satu pembangunan Mesjid

    Kasubag Agama Kesra, Wa Ode Dangsahara menyebut APBD untuk hibah pembangunan tempat ibadah tersalurkan sebanyak Rp 4.650.000.000 atau Rp. 4,6 Milyar.

    Diantaranya, dua mesjid mendapatkan bantuan dana hibah tersebut adalah mesjid Nurul Hidayah Desa Kapota Kecamatan Wangi-Wangi Selatan serta mesjid Nurul Yaqin Kelurahan Taipabu Kecamatan Binongko.

    Tak sampai disitu, Bupati terbilang dermawan itu juga merealisasikan bantuannya secara pribadi kepada panitia mesjid saat peletakkan batu pertama serta perubahan arah kiblat mesjid usai dilakukan pergesaran oleh Kemenang sebanyak 173 mesjid dan musallah.

    Salah satunya mesjid Fastabiqul Khairat Desa Wailumu secara terbuka selain dirinya juga mengajak OPD serta keluarga besarnya menyertakan sumbangan.

    Bupati H.Arhawi,SE.,MM. Bersama Gubernur Sultra, Ali Mazi,SH

    Honor Perangkat Mesjid

    Perangkat mesjid tak luput perhatian Bupati H.Arhawi. Terhitung kurun waktu 2017 hingga 2019 anggaran digelontorkan khusus honorarium pengurus tempat ibadah (mesjid,-red) terbilang cukup besar dengan menelan anggaran hibah Pemda ke ADD Desa sebesar Rp.9.147.600.000 atau Rp.9,1 Milyar.

    Dana itu lewat desa telah diatur peruntukkannya bagi Imam, pembantu imam, khatib dan pembantu khatib serta modim dan mokim tersebar 154 mesjid se-Kabupaten Wakatobi.

    Merujuk perubahan perbub nomor 54 tahun 2019, Imam diberikan Rp.400.000 perbulan semantara pembantunya mendapat Rp.350.000. Menyusul khatib pembantu khatib serta modim dan mokim mesjid masing-masing memperoleh Rp.300.000 perbulannya hingga anggaran tiap tahun mencapai Rp.3.044.000.000 atau Rp.3,04 Milyar.

    Pemberian hibah berjalan rutin setiap bulan kendati hibah daerah lewat desa dan kecamatan. Bagi perangkat mesjid desa diberikan langsung oleh desa setempat sementara perangkat mesjid kelurahan diberikan lewat kecamatan sebab tahun 2017-2019 anggaran kelurahan belum ada.

    Nilai besaran anggaran diterima perangkat mesjid masa kepemimpinan Bupati, H.Arhawi berbeda ditahun-tahun sebelumnya. Kala itu disebutkan Kabag Agama, Daengsahara bahwa anggaran diterima perangkat mesjid hanya berkisar Rp.100.000 perbulan itupun nanti 3 bulan sekali baru diberikan dan anggaran masih melekat di bidang kesejahteraan rakyat (Kesra).

    Penyelenggaran MTQ Kabupaten dan Propinsi

    Sepanjang tahun penyelenggaran event keagamaan ini terus berlangsung. Kurun waktu 2017 Pemda mengucurkan dana sebesar Rp.1.030.000.000 atau senilai Rp.1,03 Milyar. Dana tersebut inklut penyelenggaran MTQ Kabupaten yang melibatkan peserta utusan setiap kecamatan hingga mengutus perwakilan ketingkat propinsi.

    Pawai Taaruf meriahkan MTQ ke-IX tingkat Kabupaten Wakatobi

    Pemda terus menggelontorkan dana tiap tahunnya hingga mencapai Rp.3.833.350.000 atau terbilang Rp.3,8 Milyar kurun waktu 3 tahun berlangsung dengan tujuan mendorong minat putra-putri daerah dalam bidang keagamaan.

    Bupati H.Arhawi menyebut keseriusan Pemda memperhatikan generasi menuntut ilmu agama adalah keharusan dan salah satunya lewat MTQ bakat mereka diuji.

    Fianto, asal kelurahan Mandati 2 kecamatan Wangi-Wangi Selatan merupakan peserta umroh gratis 2017 lalu, ia salah seorang membawa nama harum Kabupaten Wakatobi menjuarai MTQ tingkat Propinsi di lomba tilawah Al Qur'an

    Bahkan keindahan suaranya selain berkali-kali menjadi juara 1 tingkat propinsi juga diutus perwakilan Sulawesi Tenggara ditingkat Nasional. (Adv)


    Penulis | La Ilu Mane