• Ini Kronologi Penembakan Komang, Pembunuh Babinsa di Baubau

image_title
Ket: Ilustrasi
  • Share

    BUMISULTRA

    BAUBAU - Komang Ilyas alias Pekel, sang pembunuh angota TNI AD Babinsa bertugas di Koramil 1413-16 Buton, Serda Baso Hadang mengakhiri pelariannya usai tertembak mati pada selasa(19/5/2020) malam sekitar pukul 21.30 Wita.

    Kapolres Baubau, AKBP. Zainal Rio Chandra Tangkari menyebut Pekel sapaan akrab Komang Ilyas tertembak saat berusaha hendak melarikan diri usai melakukan perlawanan

    Awalnya Komang Ilyas tertangkap di hutan wilayah Kelurahan Ngkari-ngkari, Kecamatan Bungi, Kota Baubau. Tak lama berselang setelah itu, pelaku diarahkan menuju di wilayah sekitar kantor Kelurahan Kantalai, Kecamatan Lea-lea untuk mengambil barang bukti.

    Saat terangka digiring menuju lokasi barang bukti disembunyikan tersangka. Ia memanfaatkan kesempatan tersebut berupaya mengelabuhi petugas untuk melarikan diri.

    “Pada saat proses pengumpulan barang bukti, tersangka sempat melakukan perlawanan yang membahayakan petugas hingga melarikan diri. Petugas memberikan tembakan peringatan,” bebernya dalam konferensi persnya, Rabu (20/05/2020).

    Kata dia, petugas yang mengamankannya lebih dulu memberikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali. Akan tetapi tersangka yang terus meronta dan melawan aparat berakibat fatal dengan upaya pelumpuhan dengan cara ditembak.

    "Sekitar pukul 22.30 Wita jenazah tersangka dievakuasi ke RSUD Baubau, guna dilakukan visum", tutupnya.

    Komang Ilyas alias Pekel salah satu pelaku pembunuh TNI AD Babinsa bertugas di Koramil 1413-16 Buton, Serda Baso Hadang. Ia tercatat sebagai revidivis kasus kekerasan.

    Serda Baso Hadang lumpuh ditangan lelaki bertato burung itu usai melerainya bertikai dengan salah satu pemuda. Ia bersimbah darah ditemukan pada Jum'at (15/5) usai warga melaporkan kejadian itu ke Polres Baubau.

    Komang Ilyas di buru aparat gabungan TNI dan Polri serta warga setempat. Selang 5 hari jadi DPO, Komang Ilyas mengakhiri pelariannya usai tertangkap dan tak bernyawa tertembak saat berusaha melarikan diri. (*)


    Penulis | La Ilu Mane