• Bupati Butur : Budaya Kulisusu Bagian dari Kekayaan Indonesia yang harus Dijaga

image_title
Ket: Bupati Butur, Abu Hasan saat meresmikan perayaan acara puncak Kabengka 40 anak kurang mampu di lapangan raja jin Kulisusu Foto : Humas Pemda Butur
  • Share

    BUMISULTRA

    BUTUR---Budaya Kulisusu merupakan bagian dari salahsatu kekayaan budaya Indonesia, budaya budaya yang ada tetap harus dijaga, karena dengan budaya dapat membentuk karakter masyarakat, dengan budaya bisa menjaga sikap, tingkahlaku, tutur kata dan dengan budaya identitas daerah akan di kenal dimana-mana.

    Demikian sambutan Bupati Buton Utara (Butur) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra, Abu Hasan saat meresmikan perayaan acara puncak Kabengka 40 anak kurang mampu di lapangan raja jin Kulisusu. Rabu, (14/8/2019)

    ''Selain berupaya untuk melestarikan kekayaan budaya, pihaknya juga mempercepat proses terbentuknya Kodim, Polres, Kejaksaan, dan Pengadilan Negeri demi terwujudnya masyarakat yang aman, berbudaya dan religius,'' ujarnya.

    Tidak hanya itu kata Abu Hasan  tahun ini Kodim selesai dibangun, tahun depan 2020 Polres Butur juga akan dibangun, dengan hadirnya kedua institusi pertahan negara ini membuktikan visi Bupati dalam mewujudkan masyarakat yang aman berbudaya dan religius bukan sekedar wacana.

    ''Kami  tidak pernah berhenti mendorong jajaranya untuk terus berinofasi, mengajak seluru pihak termasuk lembaga adat dan tokoh agama untuk melestarikan Budaya Buton Utara yang didalamnya penuh dengan nilai-nilai baik itu nilai sosiologis, antropologis ataupun nilai spritual,'' urainya.

    Dalam satu tahun pihaknya kata bupati meminta Dinas Pariwisata untuk melaksanakan atraksi budaya selama 12 kali. Kegiatan tersebut menjadi bentuk upaya terus melestarikan nilai-nilai budaya, agar setiap generasi sampai dimasa-masa mendatang tidak meninggalkan budayanya dan tidak digerus oleh budaya asing yang bertentangan dengan nilai budaya dan spritual.

    ''Kalau nilai-nilai budaya dan spritual terputus pada satu generasi dan tidak berkesinambungan, Bupati memastikan bahwa terlalu mahal konsekwensi negatif yang muncul ditengah masyarakat,'' katanya.

    Dalam kesempatan yang sama Bupati Butur  juga memperkenalkan kekayaan yang dimiliki daerahnya, Butur cukup kaya dengan destinasi wisata, punya manggrov yang terluas di Sultra, punya danau, air mendidi, air jatuh, dan untuk mengoptimalkan kekayaan tersebut Bupati membuka diri bagi pihak-pihak yang mau berinfestasi di butur.

    ''Bukan hanya pertanian organik yang dapat mengangkat nama baik daerah, melalui budaya, wisata alam dan kekayaan kuliner juga bisa mengangkat perekonomian dan mengharumkan nama baik Buton Utara di tingkat nasional maupun manca negara,'' pungkasnya. (*)


    Penulis | Ifang Wilyas