• Tiga Tahun Berkarya, Abu Hasan-Ramadio Terus Genjot Pembangunan Berbagai Sektor

image_title
Ket: Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Butur, Abu Hasan dan Ramadio
  • Share

    BUMISULTRA

    Genap 3 (tiga) tahun Bupati Buton Utara, Abu Hasan bersama Wakilnya, Ramadio memimpin Kabupaten Buton Utara (Butur). Selama kepemimpinannya itu, pasangan yang berakronim "ABR" ini telah menggenjot pembangunan di berbagai bidang.

    Selama tiga tahun itu, ABR telah menorehkan banyak karya pembangunan dari berbagai sektor.Baik itu, sektor pertanian, perikanan, infrastruktur dasar, peningkatan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan , pemberdayaan desa serta pembangunan sarana dan prasarana desa.

    Gagasan Cerdas, Mentan Datang, Produksi Pertanian Organik Terus Meningkat

    Sejak dilantik 16 Februari 2016 silam, Abu Hasan -Ramadio mentelorkan gagasan cerdas dengan mengembangkan pertanian organik. Gagasan itu banyak mendapat dukungan dan pujian dari berbagai kalangan. Tak tanggung-tanggung, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman  memberikan dukungan atas program tersebut dengan datang langsung di daerah paling utara pulau Buton ini.

    Dikunjungan itu, Amran Sulaiman memuji pemgembangan pertanian organik. Menurutnya, kebijakan yang dilakukan Abu Hasan-Ramadio perlu didukung. Apalagi, kemasan beras organik selain sehat juga menjanjikan dalam harga jualnya. "Beras organik ini layak di ekspor ke luar negeri," ucapn Amran Sulaiman kala itu.

    Tercatat, awal tahun pemerintahannya melalui Dinas Pertanian (Distan) lahan pertanian padi organik terus perluas sehingga mencapai 483 hektare dengan hasil produksi 419 ton.

    Tahun 2017, lahan produksi kembali diperluas seluas 314 hektare sehingga menjadi 797 hektare dengan hasil produksi sebanyak 810 ton. Begitupun pada tahun 2018, lahan produksi menjadi 1.062 hektare dengan hasil produksi 1.183 ton.

     Kemudian untuk tanaman jagung, dari tahun ke tahun meningkat. Dimana, 2016 luas lahan 652 hektare, produksi 694 ton. Tahun 2017, 1.093 hektare, produksi 1.109 ton. Tahun 2018,  829 hektare dengan hasil produksi 951 ton.

    Untuk mendukung pertanian organik tersebut, Abu Hasan mendistribusikan ratusan bantuan alat pertanian (Alsintan) ke kelompok petani. Terhitung bantuan yang sudah disalurkan yakni, traktor roda empat sebanyak 6 unit, traktor roda dua 25 unit, cultivator sebabnyak 25 unit, cron sheller 3 unit, alat panen padi 3 unit dan alat panen jagung sebanyak 3 unit.

    "Kita berharap bisa mendorong sektor pertanian menjadi sektor unggulan daerah. Sehingga mencapai kesejahteraan para petani. Bisa menambah nilai pendapatan bagi masyarakat di pedesaan," harap Abu Hasan.

    Selain fokus di pengembangan padi dan jagung organik, Abu Hasan juga berupaya agar Butur mendapat bantuan sapi. Tak sia-dia, Kementan menyalurkan bantuan sapi sebanyak 100 ekor.

    Infrastruktur Meningkat, Ratusan Jalan Mulus

    Dibidang infrastruktur, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), ABR telah berupaya mempermulus jalanan. Sehingga, selama tiga tahun terakhir tercatat jalan yang sudah diaspal sepanjang 106 KM. Bukan hanya itu, sepanjang 277 KM jalanan dibenahi dengan menggunakan sirtu.

    Selain itu, dalam membuka akses transportasi dan ketersolasian, sebanyak 36 jembatan beton dibangun. Dengan rincian, tahun 2015, PUPR telah membangun jembatan sebanyak 24 unit. Tahun 2016, ada 7 unit yang dibangun. Untuk tahun 2017 ada 1 unit, kemudian tahun 2018 sebanyak 4 unit jembatan yang telah dibangun.

    Sebagai interkoneksi dukungan program pengembangan pertanian organik, Dinas PUPR juga telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 12 miliar untuk membangun irigasi. Ada empat paket peningkatan jaringan saluran irigasi yang terletak di Desa Lahumoko, Triwacuwacu, Gunung Sari, Lambale.

    Dari empat paket irigasi itu, terbagi tiga saluran yakni saluran primer sepanjang 700 meter, saluran sekunder 10.810 meter serta saluran tersier sepanjang 1.450 meter.

    Di pemerintahannya juga, Abu Hasan-Ramadio tak hanya membangun infrastruktur dasar dan pengembangan organik. Akan tetapi, ikut menggelontorkan anggaran mliaran dalam membangun sarana sistem penyediaan air minum (SPAM). 

    Pada tahun 2017, ada beberapa wilayah, optimalisasi air bersih. Yakni, di Buranga, Labuan Wolio, Desa Mata, Kiokodan Desa Bira. Sedangkan tahun 2018, memanfaatkan dana alokasi khusus.

    Ratusan Bantuan Digelontorkan Buat Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan

    Melalui Dinas Perikanan, Abu Hasan-Ramadio telah menurunkan kebijakan-kebijakan yang pro nelayan. Ada ratusan bantuan yang digelontorkan. Tidak lain, itu semua demi meningkatkan taraf pendapatan para nelayan.

    Tercatat, ada 44 kapal bantuan jenis fiber  yang telah diserahkan kepada nelayan. Puluhan kapal dibawah GT tersebut menelan anggaran sebesar Rp 1,4 miliar. Selain pengadaan kapal, dibangun pelabuhan perikanan, pengadaan mesin katinting, pengadaan bibit laut, pengadaan jaring, pembangunan kolam ikan tawar, serta pembangunan karamba.

    Bantuan-bantuan tersebut akan diberikan tiap tahun. Tagetnya, tangkapan nelayan dapat meningkat, pertumbuhan ekonomi pun dapat meningkat.

    "Bantuan-bantuan itu harus dimanfaatkan oleh para nelayan. Itu semua untuk peningkatan perekonomian di daerah pesisir," kata Abu Hasan. (Adv)


    Penulis | Adar


Berita Terpopuler