• Ribuan Penari Kolosal Pukau Pengunjung Wakatobi Wave

image_title
Ket: Penari kolosal
  • Share

    BUMISULTRA

    Sebanyak kurang lebih 1000 penari kolosal  dengan bermacam riasan dan aneka warna pakaian berbalut kostum beragam mampu memukau pengunjung Wakatobi Wonderful Festival and Expo (Wakatobi Wave) tahun ini.

    Kegiatan spektakuler ini diselenggarakan pemerintah daerah dengan didukung penuh Pemerintah Pusat lewat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif (Kemenparekraf) RI dan dilaksanakan setiap tahunnya sebagai bagian kalender event nasional.

    Adalah Rudi, pengunjung asal Kendari ini terpukau kagum dengan penampilan karnaval dimana hampir semua penari selain masih terbilang belia juga menampilkan sejumlah atraksi berbeda-beda.

    Demikian diungkapkan Asisten Deputi(Asdep) bidang strategi dan komunikasi pemasaran Kementrian Pariwisata RI, Haryanto,S.Sos.MM bahwa sejak dilaksanakan berturut-turut 4 kali lamanya setiap tahun pelaksanaan Wakatobi Wave mengalami tahapan luar biasa.

    Sehingga pihak Kemenpar RI mengapresiasi apalagi menjadi event Wakatobi Wave masuk bagian penting 100 kalender event nasional.

    "Sejak Festival baik pertama hingga ke 4 Kemenpar terus mendorong sepenuhnya agar terus tumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu termasuk suport anggaran", Sebut nya.

    Ia menyebutkan beberapa kriteria sudah terpenuhi oleh event, Wakatobi Wave dan baik rutinitas dimana Wakatobi Wave dibuktikan dilaksanakan tiap tahun.Kedua ada keunikan dan kearifan lokal dan kebersamaan masyarakat lalu . Kegiatan ini mendapat penuh kepercayaan masyarakat.

    "Itulah syarat menjadi kelender event nasional dan Wakatobi Wave telah memenuhinya", Tambahnya.

    Hariyanto menyebut sebagai langkah jauh bahwa pariwisata adalah spirit Indonesia. Untuk itu pariwisata akan terus menerus menjadi wujud perhatian pusat terutama dukungan dana dan salah satunya di Wakatobi event-eventnya.

    "Sebagai sebuah event kami meyakini dapat diperkenalkan destinasi-destinasi secara maksimal.Kehadiran media mendukung penuh pariwisata", Paparnya.

    Bahkan saking penampilan nya hebat kali ini. Hariyanto meyakini event-event seperti Wakatobi Wave dapat dijadikan contoh bagi daerah destinasi lainnya sehingga kemasan Wakatobi Wave selanjutnya tidak boleh kala dengan event-event nasional dan internasional.

    Sambutan Gubernur Sultra


    Gubenur Sulawesi Tenggara(Sultra), H.Ali Mazi membuka secara resmi penyelenggaraan Wakatobi Wonderful Festival and Expo(Wakatobi Wave) tahun ini diselenggarakan di lapangan merdeka Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi. Minggu (11/11/2018)

    Hadir dalam penyelenggaraan event tahunan itu Asdep Kemenpar RI, Hariyanto, Anggota DPR RI,Tina Nur Alam, perwakilan Pemda Bali, serta unsur Muspida Kabupaten Wakatobi

    Dalam sambutannya, Ali Mazi mengapresiasi Wakatobi Wave sebagai bagian penting pariwisata nasional apalagi masih satu-satunya di Sultra yang ditetapkan secara nasional 100 kalender event nasional dan 10 top destinasi unggulan.

    Ia menyebut pihaknya sedang menyusun rencana pembangunan jangka menengah atau RPJM 2018-2023 dimana RPJM berfungsi sebagai arah pembangunan 5 tahunan dan salah satu potensi yang didorong adalah sektor pariwisata

    Sehingga setiap Kabupaten dan Kota di Sultra diharapkan bisa dikembangkan atas bekerjasama dengan Pemprov Sultra terutama dalam penataan objek wisata dan infrastruktur sehingga dalam pengembangan destinasi wisata memiliki daya tarik wisata yang berdampak pada peningkatan kunjungan dan lama tinggal wisatawan

    Menurutnya potensi pariwisata besar bedanya dengan wisata alam dan budaya. Oleh karena itu dibutuhkan kerja cerdas kepada pemerintah daerah

    "Dengan melakukan promosi objek wisata yang ada perbaikan dan peningkatan sarana prasarana, memperbanyak event-event pariwisata di samping itu pula dilakukan pembenahan pada industri-industri lokal melalui pengembangan variasi kuliner dan rempah khas daerah serta pengembangan objek wisata

    Selain itu iapun meminta khusus Dinas Pariwisata Kabupaten Wakatobi agar bersama-sama menjaga keamanan dan pelayanan terbaik kepada para pengunjung sehingga ada kesan positif dengan harapan akan kembali berkunjung karena kesan yang baik itu.

    Ajang Wive Target Wisatawan Mancanegara 

    Tmbus angka 30 ribuan wisatawan mancanegara (Wisman) tidak lantas membuat pihak Kementerian Pariwisata RI berhenti membantu Kabupaten Wakatobi, capaian itu justru menjadi semangat untuk mendorong lebih besar lagi.Demikian upaya Kementerian Pariwisata RI, lewat penjabaran Asisten Deputi(Asdep) bidang strategi dan komunikasi pemasaran,Haryanto,S.Sos.MM dilapangan Merdeka Wangi-Wangi pada Minggu (11/11/2018)

    Hariyanto menyebut pihak Kemenpar saat ini telah mengagendakan atas seizin Bupati, Sekda dan Kadis Pariwisata Kabupaten Wakatobi melaksanakan forum grup diskusi (FGD) khusus membahas strategi mencari pasar yang paling tepat dipromosikan untuk Wakatobi.

    "Contoh Kalau Manado.Minggu lalu sekitar tanggal 7-10 itu, kami adakan FGD dan yang cocok adalah pasar Tiongkok, China disana maka disini karakteristik dan budayanya sepertinya masyarakat Eropa termasuk Amerika"paparnya.

    Langkah ini akan menjadi kompleks dimana ada upaya pihaknya menyambungkan tourism Hub singapura sebagai jalur alternatif mencapai Wisman Eropa atau Amerika untuk bisa dialihkan ke Wakatobi.

    "Jadi Ke Makassar kemudian ke Wakatobi. Kemudian Kami juga tadi mendengar ke Sekda sudah ada permintaan Garuda dari Makassar Wakatobi. Itu luar biasa sebagai upaya memaksimalkan wisman,'' tutupnya.

    DKP Wakatobi Pamerkan Sejumlah Jenis Ikan dan Lobster Kualitas Ekspor 


    Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Wakatobi menampilkan sejumlah ikon beberapa jenis biota laut seperti ikan dan lobster kualitas ekspor diantaranya jenis Napoleon dan lobster batik.

    Hal ini dilakukan sebagai upaya promosi pameran Wakatobi Wonderful Festival and Expo (Wakatobi Wave) tahun ini yang resmi dibuka oleh Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) dilapangan Merdeka Wangi-Wangi pada Minggu (11/11/2018)

    Kepala DKP, Oktavianus menyebut semua ikon yang ditampilkan itu ada promosi dan langkah sosialisasi sehingga beberapa perwakilan biota itu dipamerkan.

    Sebut saja Napoleon. Ikan jenis ini cukup langkah dan terlarang tapi untuk langkah sosialisasi perlu diperkenalkan agar diketahui publik tahu bagaimana ciri dan warnanya sehingga mudah diketuai dan dihindari dari masyarakat.

    Berbeda lobster batik yang bisa masik kualitas ekspor serta agar-agar juga dipublikasikan guna mengetahui manfaat dan cara mengelolanya yang membawa nilai ekonomis bagi masyarakat.

    "Semua yang kami tampilkan adalah perwakilan beberapa biota laut sebagai upaya langkah edukasi dan sosialisasi apalagi jenis ini ada yang terlarang dan langkah selebihnya kualitas ekspor", Tuntasnya.

    Semua jenis biota yang ditampilkan itu dikemas dalam kolam dan akuarium buatan bahkan beberapa jenis spesies agar-agar dan ikan selain ditampilkan utuh juga hasil kemasan yang diolah sebagai lauk.(*)

    Panjat Pinang di Laut 

    Satu-satunya dan unik panjat pinang di Kabupaten Wakatobi yang digelar diatas laut.Lomba ini merupakan salah satu rangkaian festival Wakatobi Wonderful Festival and Expo (Wakatobi Wave) tahun ini.

    Amatan BUMISULTRA.COM, penonton lomba dibuat terpukau menyaksikan atraksi peserta lomba begitu antusias memperebutkan hadiah berupa nomor-nomot undian yang digantung pada setiap rangkaian kayu diujung tiang terbuat dari pohon pinang setinggi kira-kira 4 meter itu.

    Adalah pemerintah daerah (Pemda) setempat yang sengaja mendesain lomba panjat pinang diatas laut terpisah dari penontonnya di area bay pas, Kecamatan Wangi-wangi pada Selasa (13/11/2018) sekitar pukul 16.00 Wita.

    Sesuai keterangan panitia lomba, Samran menjelaskan pihaknya membagi tiga kategori lomba, diantaranya kategori SMA dan umum berjumlah 27 grup, tingkat SMP berjumlah 17 grup, dan tingkat SD berjumlah 15 grup.

    Untuk kategori SMA dan umum pihak panitia menyiapkan dua pohon pinang, sedangkan untuk tingkat SMP dan SD masing-masing di siapkan satu pohon.
    Dengan durasi waktu masing-masing grup selama 10 menit memanjat pohon pinang tersebut.

    Iyan panggilan akrab salah satu Siswa SMP Negeri 1 Wangi-Wangi ini merasa senang meski ia bersama kelompoknya tidak memperoleh satu kupon hadiah namun ikut memeriahkan lomba rutin itu tiap tahunnya.

    Tutup Wakatobi Wave,Arhawi Ungkap Rasa Syukur

    Penutupan festival Wakatobi Wonderful Festival and Expo (Wakatobi Wave) 2018 yang diselenggarakan dilapangan Merdeka Wangi-Wangi dan berlangsung 3 hari lamanya sejak dibuka pada Minggu (11/11/2018) menjadi momentum Bupati Kabupaten Wakatobi,H.Arhawi mengucap rasa syukurnya.

    Betapa tidak. Wakatobi Wave merupakan bagian penting pada puncak event-event pada setiap festival pulau-pulau di Kabupaten yang terkenal dengan keindahan lautnya tersebut.

    Apalagi masuk menjadi 100 Kalender Of Event secara nasional pada kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI sehingga sejumlah anggaran digelontorkan dari lintas kementerian untuk membantu liding sektor Pariwisata.

    Disebutkan bahwa tahun 2019 mendatang porsi anggaran Kabupaten Wakatobi mencapai Rp 2 Triliun. Dan salah satunya adalah upaya mendorong sektor kepariwisataan

    Sehingga masyarakat Wakatobi patut bersyukur atas semua capaian Pemda yang di klaimnya secara ekonomi masyarakat Wakatobi mampu tumbuh dan berkembang pesat.

    "Apalah artinya capaian itu kalau kita tidak bisa nikmati. Kehadiran 2 artis(Aulia dan Reza, D'Academy -red) ini akan menghibur kita semua", tutupnya. (**)


    Penulis | La Ilu Mane